SUKA DUKA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA (1)


(Bagian 1)

Sosialisasi Penguatan KTSP dan Penulisan Soal Terstandar di SMP Negeri 2 Cilacap pada tanggal 29 Juli kemarin menjadi putaran terakhir dari seluruh kegiatan serupa yang diadakan sebelumnya di enam Komda lainnya di Kabupaten Cilacap. Peserta yang hadir sejumlah 15 orang guru Seni Budaya dari SMP Negeri dan Swasta. Materi yang diberikan meliputi materi Pendidikan Berkarakter, Pendidikan Berwawasan Gender, Penulisan Soal Terstandar dan Pengembangan (Revisi) Silabus dan RPP untuk 10 mata pelajaran termasuk Seni Budaya. Hasil akhir yang menjadi target dari kegiatan ini diharapkan semua peserta mendapatkan bekal dalam mengembangkan KTSP baik Dokumen I dan Dokumen II di satuan pendidikannya masing-masing.

Namun demikian penulis tidak akan membahas lebih jauh mengenai materi yang disampaikan pada kegiatan ini. Karena yang kemudian lebih menjadi perhatian adalah banyaknya pertanyaan, tanggapan, keluhan, kesulitan guru di lapangan khususnya dalam kegiatan pembelajaran seni budaya dengan peserta didik. Dari keseluruhan peserta sejak putaran pertama di Komda Majenang sampai putaran terakhir di Komda Cilacap hampir semuanya melontarkan permasalahan yang sama, seperti :

1. Masih banyak pengajar mata pelajaran Seni Budaya bukan dari guru Seni Budaya. Hal ini dapat dilihat dari peserta yang hadir di setiap Komda, hampir 60% bukan berasal dari guru Seni Budaya.

2. Tidak seperti IPS atau IPA dengan pembagian yang jelas antara Geografi, Sejarah dan Ekonomi atau Fisika dengan Biologi. Untuk muatan Seni Budaya yang mencakup Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari dan Seni Teater, alokasi waktu yang ditentukan sangat terbatas yaitu 2 jam pelajaran perminggu.

3. Mata pelajaran Seni Budaya mempunyai karakteristik sendiri berbeda dengan pelajaran yang lain, karena sangat sulit dijumpai seorang guru Seni Budaya mampu menguasai semua cabang seni.

4. Jika KTSP dengan silabus dan RPP yang dibuat oleh masing-masing sekolah, maka kesulitan yang dihadapi semakin kompleks karena untuk Ulangan Akhir Semester masih dibuat sama untuk semua sekolah.

5. Kegiatan peningkatan mutu seperti pelatihan guru seni budaya menjadi tidak efisien dikarenakan seringkali guru yang mengajar berganti-ganti. Keadaan ini sering terjadi pada sekolah yang belum mempunyai guru seni budaya.

6. Dalam proses pembelajaran, Seni Budaya seperti menjadi “anak tiri” dengan segala kebijakan dan fasilitas yang diberikan, namun menjadi anak emas dengan segala tanggungjawabnya pada acara-acara seremonial tertentu.

Dan masih banyak lagi permasalahan yang dihadapi dan tidak mungkin dituliskan semuanya. Jika kita telusuri, mungkin agak sulit ditemukan akar dari permasalahan ini, karena cukup banyak faktor yang saling berkaitan. Namun demikian sekiranya kita dapat memulainya dari tahap awal yaitu pengadaan guru Seni Budaya di SMP.

MATA PELAJARAN SAYA KOK TIDAK ADA ?

Pertanyaan ini seringkali muncul begitu pengumuman pengadaan CPNSD dikeluarkan. Para sarjana S1 yang baru saja lulus kuliah maupun para guru yang belum berstatus Pegawai Negeri. Pasalnya nama-nama mata pelajaran yang ada di SMP tempat mereka bertugas tidak seperti yang tercantum dalam pengumuman lowongan formasi guru SMP untuk CPNSD khususnya yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten. Ternyata di SMP tidak ada mata pelajaran Fisika, Biologi, Sejarah, Geografi, Seni rupa, Seni musik, atau Seni tari, yang ada hanya mata pelajaran IPA, IPS, atau Seni Budaya. Sepintas lalu fenomena di atas mungkin hanya sedikit kekurangjelian pihak pembuat pengumuman yang tidak mensinkronkan secara teliti antara isi pengumuman tersebut dengan kebijakan Mendiknas yang aktual tentang mata pelajaran di SMP.

Namun sebetulnya ada yang lebih krusial dalam hal ini yaitu tentang kompatibilitas seorang guru berlatar belakang kesarjanaan jurusan kependidikan tertentu terhadap mata pelajaran yang ada di SMP. Untuk jenjang pendidikan tingkat SMP jika secara de yure mengacu kepada Permendiknas No. 22 TH 2006 tentang Standar Isi sebetulnya “formasi guru yang sah” di SMP hanya diperuntukkan bagi sarjana kependidikan IPA, IPS, atau Seni Budaya. Namun karena secara de facto sarjana-sarjana seperti itu tidak ada karena dari “pabriknya” sudah terlanjur terpolarisasi dalam spesialisasi jurusannya masing-masing akhirnya “tidak ada rotan, akar pun jadi”. Inilah barangkali yang melatarbelakangi kebijakan pekerjaan guru menjadi profesi terbuka. Dan wajar pula jika masih banyak dijumpai sarjana S1 yang masuk kategori “guru semi layak” dan “guru tidak layak”. Bahkan jumlahnya bisa bertambah lagi jika kriteria penilaian kelayakan itu secara konsisten dihadapkan dengan nama-nama mata pelajaran di SMP sesuai Permendiknas di atas.

Unjuk Rasa menentang kebijakan pekerjaan guru menjadi profesi terbuka memang wajar dalam konteks ideal peningkatan mutu pendidikan, apalagi jika sudah dikaitkan dengan rekruitmen guru PNS. Namun bukankah idealitas itu tidak terlepas dari realitas aktual di mana saat ini profesi guru terutama guru non-PNS memang sudah terbuka secara suka rela. Sebagai ilustrasi, siapa yang berani menggugat ketidakmampuan sarjana pendidikan seni rupa yang tidak bisa mengajarkan materi seni tari dalam mata pelajaran Seni Budaya di SMP, atau sarjana seni tari yang tidak berani membahas materi seni musik dalam pembelajaran di kelas.

Realitas guru mismatch seperti itu sementara ini masih bisa diantisipasi dengan penerapan metode team teaching atau distribusi jam pelajaran. Dan hasilnya, so far so good untuk mata pelajaran IPA dan IPS yang alokasi jam pelajarannya cukup banyak. Namun untuk mata pelajaran Seni Budaya masih perlu pemikiran dan perenungan mendalam mengingat keterbatasan alokasi jam pelajaran, ketersediaan guru dan kompatibilitasnya. Di samping isi kebijakan Mendiknas tentang mata pelajaran ini masih diwarnai paradoks antara tujuan dengan pedoman-pedoman turunannya.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CO.CC:Free Domain

Hasil Karya dan Kegiatan

21012011786

21012011785

21012011783

21012011782

Lebih Banyak Foto

RSS Tentang Pendidikan

%d blogger menyukai ini: